Jumat, 05 Februari 2021

Untuk Jaminan Masa Depan, Berikut Alasan Penting Perencanaan Keuangan Keluarga

Untuk Jaminan Masa Depan, Berikut Alasan Penting Perencanaan Keuangan Keluarga

Hidup bukan hanya untuk hari ini saja, namun untuk masa depan juga harus dipersiapkan. Agar kehidupan masa depan lebih baik, sebaiknya rencanakan masa depan, salah satunya dengan perencanaan keuangan keluarga. Nah, berikut lima alasan penting mengapa harus merencanakan keuangan keluarga.

Pentingnya Merencanakan Keuangan Keluarga

1. Membantu Menentukan Prioritas Pengeluaran

Salah satu hal yang membuat keuangan keluarga berantakan adalah pos pengeluaran yang membludak. Agar pengeluaran keluarga teratur maka diperlukan prioritas dalam perencanaan pengeluaran. Buatlah daftar prioritas berisi rencana pengeluaran, mulai dari yang paling penting sampai yang paling bisa diabaikan untuk sementara waktu. Dengan begitu mengelola uang yang masuk dan keluar lebih mudah.

2. Meningkatkan Cash Flow Keluarga

Keluarga dengan pengelolaan keuangan yang baik akan mampu memonitor secara detail pos-pos keuangan, baik mengidentifikasi berbagai sumber pemasukan, pengeluaran, dan rencana jangka panjang. Dengan mampu mengetahui pos keuangan keluarga dengan baik, maka dapat melakukan evaluasi apakah kebutuhan dengan sumber pendapatan dapat sesuai.

Jika tidak sesuai atau pendapatan masih belum mampu memenuhi perencanaan keuangan keluarga di masa mendatang, maka keluarga akan terdorong untuk memikirkan peluang sumber pemasukan baru tanpa mengganggu sumber pemasukan utama. Pendapatan yang terus meningkat akan membuat cash flow keluarga semakin baik. 

3. Membantu Keluarga Saat Membuat Keputusan Finansial Yang Besar

Suatu saat, terdapat dalam suatu kondisi dimana keluarga akan berhadapan dengan berbagai keputusan finansial yang besar, seperti membeli rumah atau properti, mobil, atau menyekolahkan anak ke luar negeri. Tentu keputusan-keputusan finansial yang besar tersebut membutuhkan kesiapan finansial yang matang dengan mempertimbangkan berbagai risikonya.

Jika memiliki perencanaan dan manajemen keuangan keluarga dengan baik dan matang, maka keputusan finansial akan semakin jelas dan bijak hasilnya. Tanpa adanya manajemen keuangan yang efektif dan efisien, akan sulit sekali dalam mengambil keputusan finansial sebab khawatir terhadap berbagai faktor risiko.

4. Mendorong Perilaku Hemat di Keluarga

Dengan perencanaan keuangan keluarga yang baik, hal ini akan mendorong anggota keluarga untuk memunculkan kebiasaan hemat. Saat terdapat diskon, anda akan tidak tergiur sebab telah menyadari bahwa perilaku tersebut akan membuat pengeluaran boros. Keluarga yang menjadikan manajemen keuangan sebagai prioritas, akan cenderung lebih berhemat dan menyimpan uang untuk masa depan.

Kebiasaan berhemat dalam keluarga tidak hanya berpengaruh pada orang dewasa, namun juga mendorong anak-anak untuk hidup hemat dan belajar menabung. Prinsip manajemen keuangan dengan berhemat akan menghindarkan keluarga dari “accidental overspending” atau pengeluaran berlebihan yang tidak diduga. Akhirnya segala pengeluaran akan tepat sasaran dan berdampak positif untuk jangka panjang keluarga.

5. Membuat Keluarga Merasa Lebih Aman

Saat keluarga memiliki perencanaan serta pengelolaan keuangan yang baik, akan ada rasa aman dan damai dalam menjalani hari-harinya. Sebab keluarga akan lebih siap ketika harus menghadapi masa-masa sulit atau masa darurat yang tidak diduga. Mengingat sebagai manusia tidak bisa mengetahui apa yang bisa saja terjadi di masa depan.

Keluarga yang sudah melek finansial dan memiliki perencanaan keuangan keluarga akan lebih siap menghadapi masa-masa tak terduga seperti pandemi. Karena mereka telah memiliki dana darurat yang dikumpulkan jauh-jauh hari dan siap digunakan pada waktu yang tepat. 

Demikin alasan pentingnya memiliki perencanaan keuangan dalam keluarga dengan baik. Tidak dapat dipungkiri manajemen keuangan adalah kunci mewujudkan keluarga yang sehat finansial agar mampu menghadapi masa depan dengan baik. Apakah anda sudah melakukan perencanaan keuangan dalam keluarga? 

1 komentar: