Selasa, 20 Maret 2018

Summer Camp Agenda Liburan yang Bagus untuk Ajak Anak


Pada masa globalisasi seperti sekarang ini, tantangan orangtua dalam memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya semakin besar.

Tak hanya sebatas pendidikan formal yang dikejar, orangtua saat ini harus lebih terbuka dengan memberikan pendidikan lainnya di luar sekolah.

Hal ini tentu saja untuk menunjang pembelajaran di sekolah serta menstimulus anak untuk lebih mengasah bakat dan minatnya di bidang tertentu.

Pendidikan nonformal yang bisa diikuti, seperti lembaga kursus, sanggar, lembaga pelatihan, dan bahkan kegiatan summer camp dapat dijadikan pilihan.

Dari contoh di atas, mungkin kegiatan summer camp adalah kegiatan yang saat ini banyak diminati oleh pelajar. Summer camp atau summer course merupakan kegiatan yang biasanya diadakan oleh lembaga pendidikan di kebanyakan negara Barat pada musim panas.

Selain negara Barat, beberapa negara di Asia juga mengadakan kegiatan ini, tak terkecuali Indonesia.

Pada summer camp, tak hanya pelajaran umum yang bisa dipelajari oleh anak-anak, tetapi juga mendalami tema yang dipilih, di samping menjadi tempat bersosialisasi dengan peserta lainnya.

Selain itu, summer camp juga acap dijadikan tempat untuk mengembangkan bakat dan minat anak. Misalnya anak Anda menyukai dunia kreatif, seperti bidang perfilman dan fashion. Tentu Anda bisa mendaftarkan buah hati untuk mengikuti summer camp dengan tema tersebut.

Melansir Uloop.com, Selasa (31/10/2017), saat ini sudah banyak lembaga pendidikan yang membuka kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuannya di dunia kreatif melalui summer camp.

Salah satunya adalah program Fashion Summer Camp yang diadakan oleh beberapa institusi ternama, seperti Parsons School of Design dan Fashion Institute of Technology, di Amerika Serikat. Kemudian untuk dunia perfilman, Anda bisa melirik program New York Film Academy.

Bukan tak mungkin setelah anak Anda mendapatkan pengalaman di summer camp yang diikuti, hasrat untuk meneruskan studi di perguruan tinggi tersebut semakin besar.
Namun, tentu ada kekhawatiran yang melanda terkait dengan faktor finansial yang akan dihadapi oleh orangtua. Terlebih lagi, summer camp di perguruan tinggi yang anak Anda minati merupakan universitas terbaik, dan biaya yang dikenakan bisa membuat mata terbelalak karena saking mahalnya.

Contohnya summer camp di New York Film Academy, para peserta harus merogoh kocek sekitar 6.000 dollar AS atau sekitar Rp 80 juta untuk 8 minggu pelatihan. Biaya tersebut belum termasuk untuk visa, penerbangan, dan biaya tak terduga lainnya.

Mengatur investasi dana pendidikan

Untuk mengatasi kekagetan itu, maka solusi yang harus Anda lakukan adalah merencanakan keuangan pendidikan anak sejak dini.

Seperti diketahui, setiap tahunnya dana pendidikan selalu mengalami peningkatan. Data terkini Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kenaikan biaya pendidikan 10-20 persen per tahunnya.

Ditambah lagi dengan laju inflasi yang kian meningkat. Tercatat sampai Oktober 2017, laju inflasi tahun kalender 2017 ini sudah mencapai 3,58 persen year on year.

Seperti yang telah diwartakan Kompas.com, Selasa (2/10/2017), biaya pendidikan menjadi penyumbang terbesar inflasi, terutama pada September 2017 sebesar 0,08 persen.

Oleh karena itu, para orantua baiknya lebih memperhatikan faktor-faktor di atas dan mulai untuk berpikir jauh ke depan untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi si buah hati.

Salah satu solusi yang bisa Anda jalankan adalah melakukan investasi yang tepat. Ada beberapa produk investasi yang bisa Anda pilih untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Misalnya, deposito, asuransi pendidikan, reksa dana, tabungan pendidikan berjangka, dan obligasi.

Selain memilih produk investasi yang tepat, Anda juga harus memilih layanan yang terus memberikan solusi finansial untuk Anda. Dengan begitu, tak hanya memudahkan transaksi, produk tersebut juga dapat membuat Anda mencapai aspirasi yang Anda inginkan. Misalnya, layanan Citigold dari Citi Indonesia.

Citigold dengan konsep “Citigold on Your Terms”-nya menyediakan layanan perbankan untuk manajemen kekayaan Anda. Produk-produk yang tersedia di Citigold dirancang secara spesifik untuk memenuhi aspirasi dan preferensi nasabah.

Dalam hal ini, misalnya, Anda ingin menyiapkan dana untuk pendidikan anak pada masa mendatang. Tak perlu pusing untuk menentukan jenis investasi apa yang tepat.

Cukup sampaikan tujuan finansial yang diharapkan (apa pun itu) kepada dedicated relationship manager khusus untuk Anda. Setelahnya, mereka akan memberikan saran serta menentukan portofolio investasi yang sesuai dengan tujuan tersebut.

Selain itu, Citigold juga berorientasi global dan digital sehingga memudahkan Anda dalam bertransaksi hanya dengan segenggam ponsel pintar di mana saja Anda berada.
Dengan layanan kemudahan yang diberikan seperti ini, tentu impian untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak bukan lagi sekadar impian. Bahkan anak Anda bisa terus mencanangkan cita-citanya setinggi apa pun. Kesuksesan di masa mendatang pun siap menanti.

Minggu, 04 Maret 2018

10 Bahasa Tubuh yang Menggambarkan Citra Buruk



Bahasa tubuh adalah bagian penting dari komunikasi. Hanya dengan melihat gerakan tubuh, terkadang orang lain bisa mengerti apa yang ingin kita ucapkan.

Berikut adalah beberapa kesalahan bahasa tubuh yang biasa terjadi namun tak semua orang menyadari, terutama generasi milenial. Jika Anda bisa mengakhiri kebiasaan ini, Anda pasti akan berterima kasih pada diri Anda nanti.

1. Fidgetting

Menghadapi saat-saat yang penting dalam hidup memang kerap membuat kita gelisah. Jika kegelisahan ini sering terjadi, maka ini ada hal yang tidak beres dengan diri Anda.

Biasanya, orang cenderung melakukan fidgetting atau gerakan kecil dangan kaki atau tangan dan dilakukan secara tidak sadar dan berulang-ulang.

Pakar bahasa tubuh, Tonya Reiman mengatakan bahwa fidgetting menunjukkan kegugupan dan kurangnya kekuatan.

Fidgetting ini merupakan respons dari kecemasan, bisanya berupa gerakan seperti memutar-mutar kunci atau menyentuh rambut dengan jari tangan.

Tentu saja gerakan ini cukup mengganggu. Selain itu, sering menyentuh rambut juga bisa merusak rambut Anda. Kebiasaan ini memang sulit dihentikan.

Tapi, Anda bisa mencoba menghentikannya dengan bermain stress ball atau bola stres saat rasa gugup menerpa.

2. Menyilangkan lengan

Banyak orang sering menyilangkan lengan mereka hanya karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan tangan mereka.

Ahli bahasa tubuh, Patti Wood mengatakan bahwa Anda harus selalu menjaga tangan Anda tetap dalam pandangan saat berbicara.

"Ketika lawan bicara tidak dapat melihat tangan Anda, mereka bertanya-tanya apa yang Anda sembunyikan," ucapnya.

3. Melakukan hal yang aneh dengan tangan

Ada orang yang tidak melakukan gerakan apapun saat berbicara. Namun, ada juga yang sebaliknya.

Dilansir dari The Washington Post, konsultan perilaku Vanessa Van Edwards mengatakan bahwa menggunakan gerakan tangan saat berbicara sebenarnya adalah cara yang efektif untuk melibatkan lawan bicara.

Caranya adalah, hindari isyarat tangan yang akan membuat Anda terlihat ragu-ragu. Intinya, jangan melakukan gerakan yang dibuat-buat.

4. Berjalan dengan kaki terseret

Manusia terkadang terlalu cepat saat menilai seseorang. Hanya dengan melihat cara berjalan saja orang bisa melakukan banyak penilaian terhadap pribadi kita.

Jadi, kita pun harus memperhatikan cara berjalan agar tidak mendapat penilaian buruk dari mereka.

Berdasarkan laporan BBC, cara kita berjalan pun ternyata dapat menentukan risiko untuk dirampok. Penjahat akan menghindari orang-orang yang berjalan dengan rasa percaya diri sebagai target kejahatan mereka.

Memang sulit untuk mengubah cara kita berjalan. Namun, berjalan dengan penuh percaya diri dan langkah kaki yang terkoordinasi itu penting. Langkah kaki yang diseret-seret justru menunjukan rasa tidak percaya diri kita.

5. Lupa Senyum

Ahli bahasa tubuh, Tonya Reiman, juga mengatakan bahwa senyum menunjukan kepercayaan diri, keterbukaan, kehangatan dan semangat.

"Ini juga memicu neuron cermin bagi lawan bicara Anda, menginstruksikan mereka untuk tersenyum kembali. Tanpa senyuman, seseorang sering terlihat muram atau menyendiri," jelasnya.

Neuron cermin ini merupakan sel saraf yang mencerminkan gerakan orang lain. jadi, saat melihat orang lain melakukan sesuatu kita juga akan melakukan hal yang sama.

6. Mengabaikan lawan bicara

Tidak ada yang lebih menjengkelkan selain berbicara dengan orang yang tidak memperhatikan kita.

Terkadang, saat berbicara dengan seseorang ada saja gangguan yang muncul, seperti ponsel yang berdering yang membuat kita tergoda untuk memeriksa ponsel kita.

Atau bahkan, kita sibuk sendiri saat ada orang lain yang berbicara dengan kita. Kita harus memikirkan kembali hal ini. Jangan sampai orang lain merasa kita abaikan saat berbicara dengan kita.

Tentunya kita tak ingin dianggap sebagai orang yang kasar dan tidak peduli, bukan?

7.  Membungkuk

Berdirilah dengan tegak. Beberapa kebiasaan buruk terkadang membuat tubuh kita menjadi bungkuk, misalnya membungkuk saat menulis atau duduk.

Dilansir dari Psychology Today, membungkuk membuat kita terlihat tidak percaya diri dan berakibat buruk bagi punggung kita. Jadi, mulai saat ini berdirilah dengan tegak. Cara ini tidak hanya memperbaiki citra Anda tetapi juga kesehatan.

8. Tidak melakukan kontak mata

Mata adalah cerminan hati.

Sharon Sayler, penulis buku What Your Body Says (And How to Master the Message) mengatakan bahwa kontak mata yang ideal adalah kontak mata yang sekilas bukan kontak mata yang lama dan tajam.

Menatap terlalu lama bisa membuat siapa pun yang Anda ajak bicara merasa tidak nyaman. Di sisi lain, menghindari kontak mata juga menunjukkan rasa jijik atau kurang percaya diri.

9. Terlalu pendiam

Diam dan mendengarkan apa yang diucapkan lawan bicara memang bagus. Tapi, terlalu tenang dalam percakapan juga membuat orang lain merasa tidak nyaman. Atau justru, menunjukan rasa ketidak tertarikan kita.

Sebagai gantinya, cobalah untuk bercermin pada orang yang Anda ajak bicara. Bukan berarti Anda harus meniru gerakan mereka. Ini justru membuat mereka tersinggung.

Namun, salinlah beberapa isyarat dan ungkapan mereka secara halus.

Dilansir dari Psychology Today, Dr Jeff Thompson mencatat bahwa bercermin pada lawan bicara akan membuat orang menganggap Anda positif dan persuasif.

Ini memang bukan hal yang mudah. Apalagi, jika Anda bukanlah orang yang ekspresif. Tapi, Anda tetap harus mencobanya untuk memperbaiki citra diri.

10. Ketidaksesuaian komunikasi verbal dan nonverbal

Anda mungkin mengatakan semua hal dengan cara yang benar. Namun, jika bahasa tubuh dan kata-kata tidak sesuai, itu hanya akan membuat orang lain salah persepsi.

Para periset dari Sacred Heart University, Amerika Serikat, telah meneliti fenomena ini. Dengan menggunakan pasangan yang sudah menikah sebagai sampelnya, periset menukan bahwa ketidak sesuaian antara kata-kata dan sinyal telah membawa beban pesan emosional.

Jumat, 02 Maret 2018

6 Pola Makan untuk Gaya Hidup Sehat Agar Usia Lebih Panjang



Saat liburan tahun baru, tentu akan makan dengan lahap. Hampir setiap makanan bila tak dijaga dengan baik akan dilahap. Nah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar terhindar dari masalah kesehatan pada tahun 2018.

Berikut ini enam kebiasaan baik yang bisa memperpanjang umur Anda dan bisa Anda jadikan resolusi di tahun 2018 nanti:

1. Kunyah makanan secara perlahan 

Anda bisa memulai dengan mengunyah makanan secara perlahan agar mengasup rendah kalori. Sebab, orang yang mengunyah perlahan cenderung tidak mengalami obesitas atau tak punya masalah metabolisme, penyakit jantung, diabetes dan risiko stroke, menurut penelitian terbaru yang dipresentasikan di American Scientific Sessions 2017, sebuah acara global yang diadakan pada bulan November yang membagikan perkembangan terbaru dalam ilmu kardiovaskular.

"Mengunyah lebih lambat mungkin merupakan perubahan gaya hidup yang penting untuk membantu mencegah sindrom metabolik," kata Takayuki Yamaji, seorang ahli jantung di Universitas Hiroshima di Jepang dan penulis studi tersebut. 

"Saat orang makan cepat, mereka cenderung tidak merasa kenyang dan lebih cenderung makan berlebihan. Makan cepat menyebabkan fluktuasi glukosa yang lebih besar, yang dapat menyebabkan resistensi insulin,” kata Takayuki. 

Waspadalah terhadap kalori, terutama saat Anda sedang santai. Orang Amerika sendiri tercatat hampir 6 persen lebih banyak mengasup kalori pada hari Sabtu daripada hari lain dalam sepekan, dan 3 persen lebih banyak pada hari Jumat, menurut analisis penghitung jutaan kalori dari aplikasi penurunan berat badan Lose It! 


2. Kurangi makan camilan

Industri makanan camilan di Amerika Serikat fantastis, nilainya 33 milliar dollar AS, dengan rata-rata setiap rumah menghabiskan 133 dollar AS setiap tahun untuk camilan di sela makan makanan utama, menurut data yang dirilis Nielsen.

Hampir seperempat (24 persen) orang makan camilan di sela-sela makan utama dibanding lima tahun lalu, atau 21 persen jika menurut riset lain dari NPD Group.

Di sisi lain, camilan sehat juga turut meningkat. Produk camilan ringan yang tidak dimodifikasi secara genetik meningkat lebih dari 18 persen dalam penjualan selama lima tahun terakhir, diikuti oleh produk camilan yang bebas dari pewarna dan rasa buatan (16 persen) dan tidak/dikurangi mengandung gula (11 persen). Relatif, rata-rata camilan hanya mengalami kenaikan lebih dari 1 persen.


3. Hindari terlalu sering order makanan di luar

Memasak makanan sendiri di rumah jauh lebih baik untuk kesehatan, dibanding harus makan di restoran atau order makanan via online.

Jumlah layanan delivery atau pesanan makanan lewat telepon dan internet melonjak 18 persen tahun lalu menjadi 1,9 miliar, menurut temuan NPD. Makan malam adalah makanan yang paling sering dipesan secara online, dan keluarga adalah pengguna digital terberat pemesanan daring.

Orang-orang yang berusia di bawah 35 tahun dan mereka yang memiliki pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi adalah pengguna pemesanan daring di atas rata-rata dengan aplikasi seperti Seamless dan Grubhub. Di Indonesia sendiri juga terdapat beberapa aplikasi yang terhubung dengan ojek online yang dikhususkan untuk pemesanan makanan.

Atas dasar situasi tersebut, orang-orang menjadi kurang memiliki kontrol atas apa yang masuk ke makanan mereka saat mereka memesan—yang turut serta dapat mengurangi kesehatan mereka.

Orang Amerika Serikat sendiri mendapatkan sebagian besar sodium harian mereka—lebih dari 75 persen—dari makanan olahan dan makanan restoran, menurut Centers for Disease Control and Prevention. Orang-orang makan rata-rata 200 kalori lebih banyak per makanan saat mereka makan makanan dari restoran, menurut sebuah penelitian tahun 2015.


4. Kurangi konsumsi garam 

"Kelebihan sodium bisa meningkatkan tekanan darah dan risiko terkena penyakit jantung dan stroke," demikian menurut riset CDC.

Bersamaan dengan itu, penyakit jantung dan stroke membunuh lebih banyak orang Amerika Serikat setiap tahun daripada penyebab lainnya. Selain itu, mereka mendapatkan 71 persen sodium harian mereka dari makanan olahan dan restoran.

Memasak untuk diri sendiri adalah pilihan teraman dan paling sehat.

Hampir 9 dari 10 anak-anak di Amerika Serikat makan lebih banyak sodium daripada yang direkomendasikan, dan sekitar 1 dari 9 anak-anak telah menaikkan tekanan darah, kata CDC.

Orang harus mengonsumsi kurang dari 2.300 miligram sodium setiap hari, CDC merekomendasikan. Mereka yang berusia 51 tahun ke atas harus membatasinya sampai 1.500 miligram. Namun, kebanyakan orang Amerika Serikat mengonsumsi 3.400 miligram garam per hari.


5. Hindari minum soda

Sebuah artikel New York Times yang diterbitkan awal bulan ini mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump mengonsumsi "selusin minuman ringan bersoda bebas gula" setiap hari.

Namun, para peneliti terpecah atas apakah minuman bersoda bebas gula itu benar-benar membantu orang menurunkan berat badan, menurut sebuah tinjauan ulang tahun 2017 tentang penelitian yang diterbitkan di Canadian Medical Association Journal. Satu teori: minuman ringan bersoda bebas gula bisa mengondisikan tubuh untuk membutuhkan kalori.

Minuman yang dimaniskan secara artifisial terkait dengan peningkatan risiko stroke dan demensia, demikian menurut jurnal Stroke American Heart Association.

Studi tahun 2015 lainnya menemukan bahwa perempuan yang lebih tua yang mengonsumsi dua atau lebih minuman bersoda bebas gula per hari, 30 persen lebih mungkin mengalami masalah kardiovaskular. Apalagi soda biasa berkaitan dengan masalah obesitas.


6. Hati-hati dengan minuman alkohol

Satu dari delapan orang Amerika Serikat melawan kecanduan alkohol, menurut sebuah penelitian pada bulan September 2017 yang dipublikasikan di JAMA Psychiatry.

"Amerika Serikat menghadapi krisis dengan penggunaan alkohol yang saat ini semakin memburuk," katanya. Mengobati kecanduan alkohol sekarang merupakan industri bernilai miliaran dollar AS dan menghabiskan biaya medis sebesar 223 miliar dollar AS.

Sekalipun rendah alkohol, tetap saja terkait dengan beberapa risiko termasuk kanker payudara, kolon, kerongkongan, serta kepala dan leher, demikian menurut penelitian terbaru yang dikaji oleh American Society of Clinical Oncology.