Sabtu, 28 April 2018

Tips Memilih Celana Pria 3Second

Tips Memilih Celana Pria 3Second

Fashion pria memang tidak se-beragam fashion wanita. Namun tetap saja sebagai pria harus selalu memperhatikan model fashion yang mereka kenakan agar terlihat menarik dan tidak aneh. Salah satunya dalam memilih celana, pilihlah yang sesuai dengan fostur tubuh anda agar terlihat lebih profesional. Agar lebih mudah anda bisa memilih celana pria 3second yang ada di 3second memiliki beragam model dan bahan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda. Untuk dapat memilih outfit yang tepat, anda bisa mengikuti tips dibawah ini:

1. Perhatikan model potongan celana

Untuk anda yang memiliki kaki kurus, maka pilihlah potongan yang sedikit loose atau longgar. Hal ini bertujuan agar kaki anda terkesan lebih bervolume. Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat, karena akan membuat anda terlihat lebih ramping atau kurus. Namun jika anda memiliki paha yang besar, maka pilihlah potongan yang lebar dan lurus sampai ke bawah untuk menutupi kaki anda yang besar. Yang terpenting adalah pilihlah model yang sesuai dengan fostur tubuh anda.

2. Perhatikan warna

Ada banyak warna yang bisa anda pilih, namun sebaiknya pilih warna yang netral agar cocok digunakan untuk fostur tubuh apapun. Namun jika anda memiliki paha yang besar, anda bisa memilih warna yang gelap. Namun kebanyakan para pria lebih suka yang warna gelap seperti hitam, biru donker dan lain sebagainya karena lebih terlihat elegan dan maskulin.

3. Perhatikan karakteristik bahan celana

Hal ini juga penting untuk anda pertimbangkan, mengingat bahan merupakan yang menentukan kenyamanan anda menggunakan celana. Ada banyak bahan celana yang ada dipasaran, seperti katun yang memiliki daya serap tinggi juga bersifat fleksible, bahan celana ini cocok untuk anda yang aktif bergerak.  Ada juga denim yang paling banyak digunakan karena mudah dipadukan dengan atasan apapun, baik itu kaos maupun kemeja.

Itulah beberapa tips cermat dalam memilih celana untuk pria. Semua itu bisa anda dapatkan di produk celana pria 3second, anda bisa dengan mudah memilih mana yang cocok untuk tubuh anda.

Kamis, 26 April 2018

Mengulas Beberapa Macam Mata Pancing Berdasarkan Jenis Target Memancing

Mengulas Beberapa Macam Mata Pancing Berdasarkan Jenis Target Memancing

Memancing menjadi satu kegiatan dari banyaknya kegiatan yang sering dijadikan sebagai pilihan masyarakat, aktivitas satu ini termasuk dalam hobi. Walaupun umumnya dilakukan oleh para pria tetap ada juga perempuan yang mempunyai hobi sama. Dalam memancing sendiri siapapun itu memerlukan perlengkapan yang dibutuhkan, dari mulai mata pancing sampai dengan persiapan umpan. Dalam menyiapkan segala alat tersebut rupanya tidak bisa sembarangan, hal ini terkait dengan kesuksesan Anda mendapatkan ikan. Jika alat-alat sesuai dengan jenis ikan yang menjadi target pasti tidak akan timbul masalah yang menjadi penghalang dalam proses memancing Anda.

Dipasaran sendiri sudah banyak sekali tempat yang menjual berbagai perlengkapan memancing dari mulai pernak-pernik kecil sampai dengan aksesoris besar. Bahkan toko online yang sedianya hanya menawarkan produk-produk kebutuhan pokok setiap orang sekarang sudah beralih menyediakan beragam jenis barang, tidak terkecuali peralatan mancing. Bagi Anda yang mempunyai niatan untuk membeli alat-alat tersebut, lebih baik pahami terlebih dahulu supaya tidak menyesal. Pertama pahami dahulu apa saja jenis atau macam-macam mata kail yang digunakan untuk memancing, antara lain:

1. Siwash hooks.
Pertama ini ada jenis kail yang sangat standar, untuk para pemula dengan target yang tidak terlalu berat bisa menggunakan jenis siwash hooks. Bentuk dari mata kail satu ini seperti shank yang panjang dan bagian matanya. Tidak dilengkapi dengan fitur atau komponen tambahan lainnya karena seperti yang telah dikatakan sangat standar atau sederhana.

2. Bait hooks.
Terkadang umpan yang telah dipasang akan mudah lepas ketika diserang oleh ikan atau terlalu lama dalam air. Tetapi jika Anda menggunakan jenis mata pancing baik hoosk hal itu tidak akan terjadi. Sebab, pada bagian kail terdapat beberapa duri yang mengikat umpan supaya tidak mudah lepas.

3. Aberdeen hooks.
Ada mata kail yang mempunyai ukuran shark sangat panjang, ini menjadi ciri utama pada jenis Aberdeen lepas. Umumnya para pemancing yang menggunakan alat satu ini selalu menggunakan teknik ngocer dan umpan yang alami. Bahkan ketepatan pemilihan kail sendiri mempengaruhi kelangsungan Anda memancing, mendapatkan ikan atau sebaliknya.

4. Circle hooks.
Bentuk yang lebih aneh dari pada jenis lainnya dimiliki oleh circle hooks, untuk jenis satu ini mempunyai beberapa kelebihan antaranya adalah ketika Anda mendeteksi ikan akan memakan ikan, Anda sebagai pemancing tidak perlu menghentakkan, hanya cukup menegangkan kenur yang Anda gunakan. Dari keistimewaannya tersebut, akhirnya membuang beberapa orang pemancing beralih menggunakan circle hooks.

5. Octopus hooks.
Ciri khas utama pada jenis ini adalah terdapat pada shanknya yang lebih pendek, namun diberi kombinasi dengan gap miring dan lebar. Beberapa teknik memancing masyarakat banyak pula yang menggunakan jenis kait ini, baik itu ngocer atau umpan yang hidup.

6. Drop shot hooks.
Ini merupakan jenis yang berbeda dengan lain-lainnya, ada gap lebar dan memberikan kemudahan ketika Anda akan memasang umpan-umpan ketika akan memancing ikan berbagai jenis.

Selain diatas ada beberapa jenis kail lainnya lagi yang dapat Anda pilih sesuai dengan apa yang ditargetkan. Setiap orang menggunakan teknik memancing yang berbeda-beda, hal inilah yang menyebabkan kebutuhan dari jenis mata pancing juga berbeda. Makanya supaya hasil memancing Anda semakin maksimal, bisa coba memilih peralatan yang paling tepat terlebih dahulu. Jangan sampai Anda merasa salah menggunakan kail sehingga mengganggu proses memancing nya.

Senin, 16 April 2018

Pedagang Sayur yang Kini Menjadi Calon Insinyur


Keterbatasan bukanlah kendala dalam menggapai impian. Sebaliknya, itu bisa digunakan sebagai “alat cambuk” untuk memacu semangat meraih apa yang dicita-citakan. Pikiran itulah yang selalu ada di benak Dana Hartono, seorang mahasiswa semester VII Jurusan Teknik Kelistrikan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS).

Dahulu, pasca-lulus dari SMAN 1 Purwoharjo, ia bercita-cita menjadi seorang guru. Maka ia pun memulai langkahnya dengan mengikuti tes masuk ke sebuah universitas. Namun, keberuntungan belum menyertainya. Ia tidak lolos seleksi tersebut.

Perjalanan selanjutnya membawa Dana merantau ke Kalimantan. Di sana ia bekerja bersama pamannya sebagai petani dan pedagang sayur mayur di pasar tradisional setempat.

Kenyataan tersebut tidak membuat Dana menyerah untuk menata masa depannya. Bahkan, di sana ia mendapat banyak pelajaran yang membuatnya semakin kuat dan tegar, ia menamainya sebagai “ilmu berani.”

“Kadang jalan hidup membawa kita ke tempat yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Selama menjadi petani dan pedagang sayur, Saya otomatis belajar cara berkomunikasi, bagaimana menawarkan dagangan, melakukan manajemen waktu dan prioritas, serta menyusun strategi untuk memecahkan suatu permasalahan,” ujar Dana.

Karena kecintaannya terhadap pelajaran fisika dan berbekal “ilmu berani” yang didapatkannya, Dana memantapkan langkah untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampusnya sekarang. Sifat tangguh dan keinginan untuk berinovasi itu pun yang mendorong Dana untuk melahirkan berbagai karya ilmiah yang bermanfaat bagi banyak orang.

Hyrektor, sebuah alat temuan dari Dana Hartono yang memanfaatkan energi matahari untuk penerangan jalan umum. Keunggulan dari alat ini adalah panel surya yang bisa bergerak mengikuti arah sinar matahari.
Hyrektor, sebuah alat temuan dari Dana Hartono yang memanfaatkan energi matahari untuk penerangan jalan umum. Keunggulan dari alat ini adalah panel surya yang bisa bergerak mengikuti arah sinar matahari.(Dok. Dana Hartono)
Hyrector, sumber energi baru yang terbarukan

Salah satu karya ilmiah terbaik yang diciptakannya adalah Hyrector. Idenya lahir pada saat Dana menyadari fakta bahwa penerangan jalan umum (PJU) ternyata masih menggunakan energi listrik tidak terbarukan (bersumber dari bahan fosil).

Kelak, energi tersebut akan habis dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, kenaikan harga tarif dasar listrik pasti akan menambah beban biaya yang harus dibayar. Hal tersebut akan berakibat pada besarnya pajak yang harus dibayar warga negara Indonesia untuk dapat menikmati fasilitas umum tersebut.

Beberapa penerangan jalan umum yang tersedia sudah memanfaatkan sinar matahari sebagai pembangkit daya. Namun ternyata panel surya yang ada masih bersifat statis atau tidak bisa mengikuti gerakan matahari, sehingga energi yang ditangkap kurang maksimal.

“Untuk itu, Saya berupaya mencari sumber energi lain selain energi surya, yaitu energi kinetik kendaraan yang dapat dikonversi menjadi energi listrik. Hyrector adalah upaya penggabungan kedua energi terbarukan tersebut,” ujarnya.

Penelitian Dana membuktikan bahwa setiap 706 kendaraan yang melintas setiap jamnya dalam satu hari dapat menghasilkan energi listrik sebesar 22kWh, serta dapat menerangi 10 titik tiang PJU.

Selain investasinya yang lebih murah dibandingkan tenaga surya, biaya operasionalnya juga lebih terjangkau apabila dibandingkan dengan PJU yang berasal dari listrik PLN. “Hyrector bisa menjadi solusi untuk menghemat pemakaian listrik, sekaligus berfungsi sebagai suplai listrik PJU,” tambahnya.

Karya ilmiah Dana lainnya terkait energi terbarukan juga diaplikasikan untuk ide PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut). Ia menyadari bahwa terdapat potensi gelombang laut Indonesia mencapai 1.995 MW, namun belum termanfaatkan, sehingga ia membuat pembangkit listrik tenaga gelombang laut dalam skala laboratorium yang dilengkapi dengan cadik asimetris pada pontonnya.

Dana kemudian melakukan penelitian lebih lanjut agar energi yang disalurkan ke poros penggerak bisa lebih besar, sehingga listrik yang dihasilkan juga lebih besar. Penelitiannya menemukan fakta bahwa bila salah satu sisi lengan cadik lebih panjang, maka sudut ayunan bandul akan lebih besar.

Dengan demikian, torsi untuk menggerakkan poros generator akan lebih besar. "Alat ini masih memiliki kendala pada stabilitasnya, sehingga masih butuh penyempurnaan lebih lanjut," katanya.

Terbukti pula bahwa semakin besar massa bandul, maka akan semakin besar pula torsi (tenaga untuk menggerakkan sesuatu) yang dihasilkan oleh sistem.  Akhirnya daya listrik yang dihasilkan pun dapat menjadi lebih besar 0,05 watt dari bandul biasa.

Keingintahuan yang tinggi dan bulatnya tekad untuk melahirkan inovasi baru tersebut, mengantarkan Dana meraih berbagai penghargaan, di antaranya Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi PPNS tahun 2017 dan Juara 1 Nasional Pekan Ilmiah Fisika di Universitas Negeri Yogyakarta. 

Ke depannya, Dana bercita-cita untuk melanjutkan kuliah kelistrikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berharap mendapatkan dukungan untuk merealisasikan proyek-proyek ilmiahnya secara nyata.

“Saya terinspirasi untuk bisa terus mengembangkan potensi energi terbarukan untuk pembangunan di Indonesia,” ungkapnya.

Ekonomi yang berorientasi pada inovasi

Pengelolaan sumber energi merupakan salah satu fokus sektor yang dikembangkan di bawah Program Pengembangan Pendidikan Politeknik (Polytechnic Education Development Project/PEDP) yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti dan didukung oleh Asian Development Bank serta Pemerintah Kanada sejak 2012.

Sektor lain yang diprioritaskan dalam program tersebut adalah manufaktur, infrastruktur, pertanian dan pariwisata. Saat ini, PEDP telah memberi manfaat kepada sedikitnya 34 politeknik negeri dan swasta di seluruh Indonesia, salah satunya adalah PPNS tempat Dana menimba ilmu.

PEDP mendukung terbentuknya lulusan politeknik yang profesional, aplikatif, siap kerja, tepat waktu dan inovatif–atau disingkat PASTI.

Dana merupakan satu dari banyaknya mahasiswa politeknik Indonesia yang mencerminkan prinsip tersebut. Semangat dalam menjalani hidup dan sifat pantang menyerah membawanya ke cita-cita yang diimpikan. Ia juga membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah kendala untuk berprestasi dan berkontribusi pada manfaat ekonomi maupun sosial.

PEDP mengembangkan akses dan kualitas pendidikan politeknik agar lebih banyak mahasiswa yang kompetitif seperti Dana ada di Indonesia.

Program ini selaras dengan strategi Master Plan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menyoroti perluasan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan dan produktivitas melalui peningkatan nilai tambah dalam rantai proses produksi di dunia industri, meningkatkan efisiensi dalam kegiatan produksi dan memperkuat daya saing, serta mempromosikan ekonomi yang berorientasi pada inovasi.