Jumat, 09 Agustus 2019

Makna Nasi Tumpeng yang Sangat Erat dengan Budaya

Makna Nasi Tumpeng yang Sangat Erat dengan Budaya

Bagi kamu yang ingin pesan nasi tumpeng di Cikarang untuk acara ulang tahun, kelahiran sang bayi, acara 17 agustusan dan lain sebagainya, sudah bisa pesan secara online. Di Indonesia tradisi merayakan sesuatu atau sebuah acara dengan nasi tumpeng masih sangat digemari. 

Biasanya tradisi ini sering dilakukan oleh masyarakat Jawa. Ternyata bentuk kerucut pada nasi tumpeng dan jenis lauk pauknya memiliki makna tersendiri. Bahkan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia menobatkan nasi tumpeng menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia.

Olahan nasi untuk nasi tumpeng, umumnya berupa nasi kuning, atau kerap juga digunakan nasi putih biasa dan nasi uduk. Masyarakat di Pulau Jawa, Bali, dan Madura memiliki kebiasaan membuat tumpeng untuk kenduri atau merayakan suatu peristiwa penting, seperti perayaan kelahiran atau ulang tahun serta berbagai acara syukuran lainnya. Walaupun demikian, masyarakat Indonesia telah mengenal nasi ini secara umum.

Tradisi Nasi Tumpeng
Falsafah tumpeng berkait erat dengan kondisi geografis negeri ini, terutama pulau Jawa yang dipenuhi dengan jajaran gunung berapi. Tumpeng berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para arwah leluhur atau nenek moyang. 

Setelah masyarakat Jawa menganut dan terpengaruhi oleh kebudayaan Hindu, nasi yang dicetak berbentuk kerucut dimaksudkan untuk menyimbolkan bentuk gunung - gunung yang dianggap suci sebagai tempat bersemayam para dewa - dewi.

Kemudian setelah Islam masuk ke tanah Jawa. Tradisi tumpeng ini dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa yang dianggap sebagai pesan dari leluhur mengenai permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Khususnya masyarakat Islam tradisional Jawa, tumpeng ini disajikan sebelum digelar pengajian Al Quran.

Lauk - Pauk Nasi Tumpeng
Biasanya, setidaknya ada 7 jenis lauk di nasi tumpeng. Sebab dalam bahasa Jawa angka 7 disebut dengan pitu, yang berarti pitulungan atau pertolongan. Dan juga, jenis lauk yang dipilih juga memiliki makna. Misalnya telur yang menggambarkan sebuah kebersamaan.

Mungkin kamu juga sering menemukan berbagai jenis ikan untuk lauk nasi tumpeng. Ikan ini menggambarkan sebuah keuletan dan juga perjuangan hidup walau sedang berada di masa  masa yang sulit.

Ada juga ayam jantan yang dimasak dengan racikan bumbu kuning. Ini melambangkan bahwa manusia sebaiknya menghindari sifat jelek, seperti yang dimiliki ayam jago (jantan) misalnya sombong atau ingin menang sendiri.

Sayur Urap
Berbeda dengan lauk pauk yang memiliki makna beragam. Sayuran urap yang ada pada nasi tumpeng umumnya memiliki makna yang baik. Sayuran yang biasanya terdiri dari toge, kangkung, dan kacang panjang ini memiliki makna yaitu, melindungi dan pertimbangan yang baik dalam memilih segala sesuatu.

Penggunaan Nasi Tumpeng
Tumpeng merupakan bagian penting dalam perayaan kenduri tradisional. Perayaan atau kenduri adalah wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas melimpahnya hasil panen dan berkah lainnya. Karena memiliki nilai rasa syukur dan perayaan, hingga kini tumpeng sering kali berfungsi menjadi kue ulang tahun dalam perayaan pesta ulang tahun.

Dalam kenduri, syukuran, atau slametan, setelah pembacaan doa, tradisi tak tertulis menganjurkan pucuk tumpeng dipotong dan diberikan kepada orang yang paling penting, paling terhormat, paling dimuliakan, atau yang paling dituakan di antara orang-orang yang hadir.

Bagi orang awam dan diikuti masyarakat kekinian, Acara yang melibatkan nasi tumpeng disebut sebagai tumpengan. Ada beberapa daerah di Indonesia, berkembang tradisi tumpengan pada malam sebelum tanggal 17 Agustus atau Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, untuk mendoakan keselamatan negara.

0 komentar:

Posting Komentar