Kamis, 26 Desember 2019

Kadin Soroti Peran Industri Kuliner Terhadap Perekonomian Nasional

Peran Industri Kuliner Terhadap Perekonomian Nasional
Sumber gambar:  https://economy.okezone.com/read/2019/01/06/320/2000558/gurihnya-industri-kuliner-bikin-ekonomi-nasional-menggeliat
Tak bisa dipungkiri, industri kuliner memiliki peran yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Karena perannya yang besar itu, Kadin Indonesia mendorong pemerintah untuk lebih fokus pada pengembangan salah satu sub sektor andalan ekonomi kreatif itu.

Kini, industri kuliner terus berkembang, seiring berkembangnya era digital, yang telah menjelma menjadi kekuatan baru bagi perkembangan ekonomi bangsa. Bisnis kuliner pun semakin memantapkan diri mengambil dua peran besar.

Penyumbang Terbesar
Industri kuliner masih menjadi penyumbang terbesar dalam struktur perekonomian kreatif Indonesia. Catatan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyebutkan subsektor kuliner memberikan kontribusi sebesar 41% atau senilai Rp410 triliun dari total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada 2017.  

Dibanding sub sektor lainnya, industri kuliner termasuk yang paling stabil pertumbuhannya. Sektor ini juga memberikan sumbangan yang cukup besar dalam mengurangi angka pengangguran. Catatan Bekraf menyebutkan sebanyak 8,8 juta orang terserap di sektor ini. Dari sisi jumlah pelaku usaha juga terus bertambah. Saat ini tidak kurang dari 5,5 juta orang menekuni bisnis ini.

Kadin mendorong pelaku usaha kuliner untuk mempertahankan kinerja ini. Industri ini memiliki potensi yang kuat untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Belum lagi, Indonesia yang sangat kaya akan biodiversitas  juga berpotensi untuk mendukung peningkatan kontribusi ekonomi kreatif di sektor kuliner.  

Semua pihak terkait diharapkan dapat bersinergi, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun kalangan akademisi, untuk bersama membangun subsektor andalan ini. Salah satu yang ditunggu dari pemerintah adalah terkait dengan kebijakan yang berpihak kepada kemajuan industri kuliner di Indonesia.

Pemerintah, melalui Bekraf, perlu memberikan akses perizinan usaha melalui satu pintu agar pelaku usaha lebih mudah mengurus perizinan. Demikian pula pemerintah perlu memberikan semacam panduan kepada pelaku bisnis kuliner, misalnya terkait pelatihan bisnis, informasi perizinan, serta program pendampingan dalam proses pendirian usaha.

Dari kalangan perguruan tinggi juga diharapkan bisa memberikan pendampingan pada pelaku usaha kuliner, melakukan promosi kuliner khas daerah-daerah di Indonesia, advokasi kebijakan di bidang kuliner, serta program penelitian dan pengembangan. Melalui sinergi antar stakeholders, bidang usaha kuliner ini bisa bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jaga Ketahanan Pangan
Menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian kreatif, pengembangan subsektor kuliner juga didorong untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memasarkan produk makanan tradisional.

Kadin Indonesia sangat berkepentingan menciptakan produk tradisional yang berkualitas agar bisa diterima pasar secara luas. Selain itu, promosi melalui medsos juga penting mengingat saat ini semuanya sudah serba digital. Pesanan makanan restoran dan hotel, misalnya, sudah dilakukan melalui aplikasi digital.

Pemerintah pun diminta untuk terus melakukan sosialisasi pembinaan kuliner lokal agar semakin berkembang. Pengusaha kuliner lokal diharapkan bisa bersaing dengan makanan restoran dan hotel yang sudah sejak dulu memanfaatkan teknologi digital. Saat ini, setidaknya ada 300 suku yang punya kuliner khas, namun potensinya baru digarap sekitar 10%.

Pengembangan kuliner di berbagai daerah menjadi bagian dari diversifikasi pangan. Beras, misalnya, sudah terlalu dominan sehingga hampir menghapus bahan baku lokal seperti jagung, sagu, dan singkong. Diversifikasi pangan ini penting dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan ada diversifikasi bahan baku pangan, hal itu akan membuat ketahanan menjadi lebih baik. Masyarakat pun tidak perlu khawatir ketika terjadi gagal panen. Sebab, banyak makanan alternatif yang bisa dinikmati masyarakat.

Man behind the gun! Begitulah biasanya ungkapan untuk menggambarkan seseorang dibalik keberhasilan suatu usaha. Demikian pula di industri kuliner, SDM unggul adalah orang dibalik layar yang mendukung keberhasilan usaha kulinernya. Kadin punya peran ganda disini, yakni membantu memperlancar bisnis kuliner sekaligus menjaga produktivitas para pekerjanya.

0 komentar:

Posting Komentar